Wednesday, January 20, 2010

Persembahan Sajak

Tanggal 17 Januari 2010 dalam jam 10.09 pagi, saya terkejut bagaikan sang mentari tak memancarkan sinarannya di bumi kerana deringan panggilan telefon dari seorang sahabat bernama Shafiq Zulakifli. Beliau memaklumkan bahawa sajak saya terpampang di dalam Berita Minggu.


Alhamdulillah syukur pada Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,dengan izin-Nya hasil karya saya yang kedua telah di siarkan di dalam surat khabar.
Pagi tersebut saya masih tidur lagi . Apakan tidak,pada malam tersebut saya bermain permainan PES 2010 dalam laptop sampai pukul 3 pagi. Lepas itu baru tidur,dan kemudian bangun solat dan kemudian tidur balik. Hehehe

Selepas mengetahui perkara tersebut,saya bergegas bersiap-siapkan diri untuk pergi ke Centre Point di bandar Kota Kinabalu untuk membeli Berita Minggu.
Dan ternyata bukti memang sah bahawa karya pertama saya berjaya di siarkan. Alhamdulillah.

Paradoks:
Sebenarnya sajak Kembali ini saya buat sempena konflik besar yang berlaku ke atas diri saya. Kerana saya mahu kembali kea rah yang benar,saya nukilkan sajak ini demi kekuatan saya menghadapi segala onak cabaran yang kian bergelora pada masa kini. Semoga saya berjaya menghadapi semua ini walaupun nampak macam susah!

Sunday, January 10, 2010

Puisi:Kembali

Kembali

Air mata jatuh bagaikan gerimis

Ombak-ombak kehidupan kini bergelora

Kekar-kekar khilaf tidak kelihatan

Pabila kata-kata insaf di ungkapkan.


Ribut dan angin datang merosakkan

Di Setiap penjuru menghadirkan

Lewat masa yang menentukan

Di mana kesalahan dan kesilapan

Yang sebenarnya di tutupkan


Zarah-zarah ilmu jadi ikutan

Tewasnya Syaitan-syaitan kemarahan kerana di padamkan

Barangkali kekuatan manhaj jadi panduan

Di setiap haruman yang berbuah-buah mewangikan

Dan kembalilah kepada manhaj Tuhan!


Muhammad Nu’aim Bin Md Isa

31/12/2009;12.31 pm

Universiti Malaysia Sabah,Kota Kinabalu,Sabah.

Friday, December 25, 2009

Puisi: Kezaliman Kegelapan

Kezaliman Kegelapan

Di saat kau hadir memancarkan kegelapan

Saat itulah semua sanubari ketakutan

Cahaya bergemerlapan bertukar cahaya kezaliman

Puing-puing jatuh berkeliaran bersangkakan

Adanya fitnah dan mengadu domba jadi sandaran


Tatkala kejernihan keimanan dan ketaqwaan

Sudah lama hilang meninggalkan seorang insan

Tiada harapan kecuali keinsafan

Menjadi wahdah pemangkin kehidupan


Peluru berkejaran di sana sini

Bagaikan paku di ketuk tukul

Kemahuan menzalimi diri sendiri

Menjadi intipati sanubari


Hilangnya kemanisan madu terus di rasai

Hilangnya ibu dari seorang anak yang di cintai

Terputusnya saraf-saraf dari kekuatan tali

Semuanya habis terbakar menjadi

Sebuah kezaliman kegelapan yang mengepung duniawi.


Muhammad Nu’aim Bin Md Isa

Kampung Makam,Kota Tinggi,Johor.

21 Dis 2009,4.01 pm

Wednesday, November 25, 2009

Al-Quran dan Astronomi Part 2

Sejumlah penemuan yang dicapai dalam pengkajian ini telah semakin memperkokoh teori Big Bang. Dr. Cannon mengatakan bahwa penelitian tersebut menambah bukti yang sangat kuat bagi teori Big Bang tentang asal usul alam semesta dan menegaskan dukungan itu dalam perkataan berikut ini:

"Kita telah mengetahui sejak lama bahwa teori terbaik bagi [asal usul] alam semesta adalah Big Bang -- bahwa alam semesta terbentuk melalui suatu ledakan raksasa pada satu ruang teramat kecil dan sejak itu mengembang secara terus-menerus."

Dalam sebuah ulasan tentang penelitian tersebut, Sir Martin Rees, ahli astronomi terkenal dari Universitas Cambridge, mengatakan bahwa meskipun menggunakan teknik-teknik statistik dan pengamatan yang berbeda, kelompok-kelompok tersebut telah sampai pada satu kesimpulan yang sama, dan ia menganggap hal ini sebagai sebuah petunjuk akan kebenaran hasilnya.


Physicsweb.org, salah satu situs ilmu-ilmu fisika terpenting di Internet, memberi tanggapan bahwa pengkajian-pengkajian tersebut "memberikan bukti lebih lanjut bagi teori dasar Big Bang dengan tambahan model pengembangan alam semesta."


Berkat ilmu pengetahuan modern yang memungkinkan pengamatan radiasi latar alam semesta dan benda-benda langit, para ilmuwan memperoleh pemahaman bahwa alam semesta memiliki suatu permulaan (Big Bang) dan kemudian mengalami perluasan (Pengembangan). Akan tetapi, pengetahuan mendasar ini sama sekali bukanlah hal baru bagi umat manusia. Di dalam Al Qur'an semenjak 1.400 tahun terakhir umat manusia telah mengetahui dua fakta ini, yang hanya mampu diketahui para ilmuwan di dalam mahaluasnya ruang angkasa di abad ke-20.


Dua Informasi Penting mengenai Model Baku Pembentukan Alam Semesta disebutkan di dalam Al Qur'an


Di dalam Al Qur'an, dan di dalam Taurat dan Injil yang isinya telah mengalami perubahan setelah diwahyukannya, Allah telah mewahyukan bahwa alam semesta dan seluruh materi diciptakan dari ketiadaan; di dalam Al Qur'an, satu-satunya naskah yang belum mengalami perubahan, Dia memfirmankan satu rahasia menakjubkan yang lain: alam semesta tengah mengalami pengembangan.


Pembentukan alam semesta menjadi "ada" dari "ketiadaan" diberitakan di dalam Al Qur'an sebagaimana berikut:


Dia Pencipta langit dan bumi. (QS. Al An'aam, 6:101)


Mengembangnya alam semesta, salah satu di antara bidang-bidang utama penelitian ilmu pengetahuan modern, diwahyukan dalam ayat ini:


Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya. (QS. Adz Dzaariyaat, 51:47)


Sebagaimana telah kita pahami, dua bagian penting dari penjelasan yang menjadi rujukan tentang asal usul alam semesta, yakni Big Bang dan Mengembangnya alam semesta, diberitakan dalam Al Qur'an di masa ketika sarana pengamatan astronomi masih sangat terbatas. Hal ini memperlihatkan bukti nyata bahwa Al Qur'an telah diwahyukan oleh Allah. Penemuan-penemuan ilmu pengetahuan terkini sepenuhnya cocok dengan apa yang diberitakan di dalam Al Qur'an, dan pengkajian-pengkajian terakhir ini sekali lagi mengarahkan perhatian kepada kesesuaian yang erat ini.

Wallahu'alam. (Continue)








Tuesday, October 27, 2009

The Protocols of the Elder of Zion



Pengenalan kepada mereka yang tidak tahu apa itu The Protocols of the Elders of Zion.Kononnya protokol ini ditulis sebagai peraturan yang harus diikuti oleh orang Yahudi. Mempunyai 24 perkara atau disebut 24 protokol(Tapi buat masa ini ada 22 perkara,lagi 2 perkara entah hilang di mana).Saya pun tak tahu sangat pasal benda ni. tapi lepas baca emel mengenai benda ni saya tertarik untuk publish kat sini.Tajuk Siapa Yahudi yang saya jadikan bahan kerja kursus untuk subjek TITAS di bawah naungan Encik Sarip Adul ternyata tidak mensia-siakan harapan saya untuk mengetahui dengan lebih lanjut lagi tentang bangsa yang agak kejam seperti bangsa Scythians yang merujuk kepada Yakjuj dan Makjuj.Dan kupasan yang agak menarik jika kita melihat pada protokol-protokol ini..Anda nak tahu sejauh mana kebenarannya? Sama-sama kita menilai.Antara nama lain bagi The Protocols of the Elders of Zion adalah seperti berikut:—


Protocols of the wise men of Zion


Protocols of the Learned Elders of Zion


Protocols of the meetings of the learned elders of Zion


Protocols of the Meetings of the Zionist Men of Wisdom


The Illuminati Protocols


Protocols of the Sages of Zion


Protocols of Zion


The Jewish Peril


The Protocols and World Revolution


Praemonitus Praemunitus


The War Against the Kingship of Christ.


Istilah yang digunakan dalam protokol tu:—




1. Jews = Orang Yahudi2. Gentiles/Goyyim = Non - Jews


Protocol No 1


Behold the alcoholic animals, bemused with drink, the right to an immoderate use of which comes along with freedom. It is not for us and ours to walk that road. The peoples of the GENTILES are bemused with alcoholic liquors; their youth has grown stupid on classicism and from early immorality...


Ini merupakan salah satu yg terkandung dalam protokol no 1 Yahudi tidak meminum arak malah sangat-sangat melarang kaum kerabat mereka meminum arak tetapi merekalah merupakan tokey-tokey arak berjenama (Mantini, carlsberg, Jack Hunter, Heineken) untuk diminum oleh orang Gentiles.Henry Ford(bangsa Yahudi) menulis bahawa keuntungan penjualan arak mengalir dgn begitu banyaknya ke poket yahudi.Pihak yahudi menggunakan arak untuk menidakwaraskan pemikiran Gentiles supaya mereka mabuk dan tidak berfikir pasal perkara-perkara keutamaaan seperti agama, ekonomi dan ilmu.Bila fikiran tidak waras dan mabuk,maka tiada apa-apa berguna pon.Arak termaktub dalam al Quran adalah memabukkan dan haram.Lihat lah wahai saudara-saudaraku sekalian,begitu hebatnya serangan yang di lakukan oleh pihak Yahudi dalam keadaan tidak nampak tetapi nampak.
WE HAVE FOOLED, BEMUSED AND CORRUPTED THE YOUTH OF THE "GENTILES" BY REARING THEM IN PRINCIPLES AND THEORIES WHICH ARE KNOWN TO US TO BE FALSE ALTHOUGH IT IS THAT THEY HAVE BEEN INCULCATED.....
Mereka mengajar kita dengan teori yg salah dan tidak masuk akal tetapi dijadikan seolah-olah macam satu fakta yang perlu diterima.Pihak Yahudi laknat telah mengeluarkan Teori Darwin yg dipaksa kita menganutnya bagi yang mengambil Subject Genetic, Cell Biology, Molecular Biology.Teori ini dianut oleh kebanyakkan saintis genetic dan molecular biology di dunia ini(Setahu saya,si Darwin ini pernah di keluarkan dari universiti kerana pemikirannya yang di anggap sebagai bodoh,tetapi tetap bermatlamatkan supaya orang ramai menerima teorinya tersebut).Lagi satu fakta yang pihak yahudi keluarkan adalah memakan organ dalaman seperti hati baik untuk kesihatan seperti mana kita belajar dalam bab-bab pemakanan.Namun Nabi kita tidak menggalakkan kita makan organ dalaman.Ini kerana hati merupakan organ di mana segala toksin, bahan beracun dikumpulkan untuk dineutralkan.Jadi dalam hati merupakan tempat di mana kepekatan toksin paling tinggi.

(Will continue due to the lack of wireless in UMS)




Monday, October 19, 2009

Al-Quran dan Astronomi

BAHAGIAN 1: AL-QURAN DAN ASTRONOMI
PENCIPTAAN ALAM SEMESTA


Asal mula alam semesta digambarkan dalam Al Qur'an pada ayat berikut:
"Dialah pencipta langit dan bumi." (Al Qur'an, 6:101)

Keterangan yang diberikan Al Qur'an ini bersesuaian penuh dengan penemuan ilmu pengetahuan masa kini. Kesimpulan yang didapat astrofisika saat ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta, beserta dimensi materi dan waktu, muncul menjadi ada sebagai hasil dari suatu ledakan raksasa yang tejadi dalam sekejap. Peristiwa ini, yang dikenal dengan "Big Bang", membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun lalu. Jagat raya tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal. Kalangan ilmuwan modern menyetujui bahwa Big Bang merupakan satu-satunya penjelasan masuk akal dan yang dapat dibuktikan mengenai asal mula alam semesta dan bagaimana alam semesta muncul menjadi ada.
Sebelum Big Bang, tak ada yang disebut sebagai materi. Dari kondisi ketiadaan, di mana materi, energi, bahkan waktu belumlah ada, dan yang hanya mampu diartikan secara metafisik, terciptalah materi, energi, dan waktu. Fakta ini, yang baru saja ditemukan ahli fisika modern, diberitakan kepada kita dalam Al Qur'an 1.400 tahun lalu.
Sensor sangat peka pada satelit ruang angkasa COBE yang diluncurkan NASA pada tahun 1992 berhasil menangkap sisa-sisa radiasi ledakan Big Bang. Penemuan ini merupakan bukti terjadinya peristiwa Big Bang, yang merupakan penjelasan ilmiah bagi fakta bahwa alam semesta diciptakan dari ketiadaan.
Ledakan Besar "Big Bang" Menggema ke Segenap Penjuru Peta Galaksi

HARUN YAHYA

Melalui dua proyek besar pemetaan galaksi yang dilakukan hingga kini, para ilmuwan telah membuat penemuan yang memberikan dukungan sangat penting bagi teori "Big Bang". Hasil penelitian tersebut disampaikan pada pertemuan musim dingin American Astronomical Society.
Luasnya penyebaran galaksi-galaksi dinilai oleh para astrofisikawan sebagai salah satu warisan terpenting dari tahap-tahap awal alam semesta yang masih ada hingga saat ini. Oleh karenanya, adalah mungkin untuk mengacu pada informasi tentang penyebaran dan letak galaksi-galaksi sebagai "sebuah jendela yang membuka pengetahuan tentang sejarah alam semesta."

Dalam penelitian mereka yang berlangsung beberapa tahun, dua kelompok peneliti yang berbeda, yang terdiri dari ilmuwan Inggris, Australia dan Amerika, berhasil membuat peta tiga dimensi dari sekitar 266.000 galaksi. Para ilmuwan tersebut membandingkan data tentang penyebaran galaksi yang mereka kumpulkan dengan data dari Cosmic Background Radiation [Radiasi Latar Alam Semesta] yang dipancarkan ke segenap penjuru alam semesta, dan membuat penemuan penting berkenaan dengan asal usul galaksi-galaksi.

Para peneliti yang mengkaji data tersebut menyimpulkan bahwa galaksi-galaksi terbentuk pada materi yang terbentuk 350.000 tahun setelah peristiwa Big Bang, di mana materi ini saling bertemu dan mengumpul, dan kemudian mendapatkan bentuknya akibat pengaruh gaya gravitasi.

Penemuan tersebut membenarkan teori Big Bang, yang menyatakan bahwa jagat raya berawal dari ledakan satu titik tunggal bervolume nol dan berkerapatan tak terhingga yang terjadi sekitar 14 miliar tahun lalu. Teori ini terus-menerus dibuktikan kebenarannya melalui sejumlah pengkajian yang terdiri dari puluhan tahun pengamatan astronomi, dan berdiri tegar tak terkalahkan di atas pijakan yang teramat kokoh. Big Bang diterima oleh sebagian besar astrofisikawan masa kini, dan menjadi bukti ilmiah yang membenarkan kenyataan bahwa Allah telah menciptakan alam semesta dari ketiadaan.


Dalam penelitiannya selama sepuluh tahun, Observatorium Anglo-Australia di negara bagian New South Wales, Australia, menentukan letak 221.000 galaksi di jagat raya dengan menggunakan teknik pemetaan tiga dimensi. Pemetaan ini, yang dilakukan dengan bantuan teleskop bergaris tengah 3,9 meter pada menara observatorium itu, hampir sepuluh kali lebih besar dari penelitian serupa sebelumnya.

Di bawah pimpinan Dr. Matthew Colless, kepala observatorium tersebut, kelompok ilmuwan ini pertama-tama menentukan letak dan jarak antar-galaksi. Lalu mereka membuat model penyebaran galaksi-galaksi dan mempelajari variasi-variasi teramat kecil dalam model ini secara amat rinci. Para ilmuwan tersebut mengajukan hasil penelitian mereka untuk diterbitkan dalam jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society [Warta Bulanan Masyarakat Astronomi Kerajaan].

Dalam pengkajian serupa yang dilakukan oleh Observatorium Apache Point di New Mexico, Amerika Serikat, letak dari sekitar 46.000 galaksi di wilayah lain dari jagat raya juga dipetakan dengan cara serupa dan penyebarannya diteliti. Penelitian ini, yang menggunakan teleskop Sloan bergaris tengah 2,5 meter, diketuai oleh Daniel Eisenstein dari Universitas Arizona, dan akan diterbitkan dalam Astrophysical Journal [Jurnal Astrofisika]. (2)

Hasil yang dicapai oleh dua kelompok peneliti ini diumumkan dalam pertemuan musim dingin American Astronomical Society [Masyarakat Astronomi Amerika] di San Diego, California, Amerika Serikat pada tanggal 11 Januari 2005.

(Di petik dari http://harunyahya.com )

Saturday, October 3, 2009

Kelas Agama

Pertama

Saya ingin mengucapkan tahniah dan berjuta-juta syabas kepada sahabat saya yang juga merupakan rakan seprogram Geologi saya,Jubair bin Juhinin yang telah johan dalam Majlis Tilawah Al-Quran yang julung-julung kali di adakan pada malam tadi.

Kedua

Setiap hari Sabtu pada jam 8 pagi,akan di adakan kelas bimbingan agama oleh Ustaz Hanif bertempat di Masjid UMS.

Jadi,sokongan dan kehadiran anda semua bagi mahasiswa UMS amat di alu-alukan.