Tuesday, November 16, 2010

Khilafah Islamiyyah

Oleh: Ustadz Ahmad Syarwat, Lc

Ada begitu banyak analisa para pemikir dan pengamat tentang sebab-sebab jatuhnya khilafah Turki Utsmani pada tahun 1924. Baik yang bersifat lebih teknik mahupun sebab-sebab yang bersifat lebih umum.

Sebab-sebab secara teknik kita serahkan kepada para ahli sejarah, terutama sejarah Turki sendiri. Sedangkan yang akan kita bahas di sini adalah sebab-sebab secara umumnya saja.


A. Sebab Eksternal

Sudah kita ketahui bersama bahawa Khilafah Turki Utsmani kalah pada perang dunia pertama. Sebagai negara yang kalah perang, maka negeri itu dengan mudah ditindas, dirompak dan juga di perebutkan wilayahnya oleh para pemangsa dan lawan-lawannya.


Sampai terjadi penghinaan yang begitu besar, di mana bangsa Turki yang secara geografinya memang penduduk Eropa dilecehkan dengan ungkapan “The Sickman in Europe.” Bahkan kata “turkey” dalam ungkapan mereka merupakan pelecehan, yang ertinya ayam kalkun(Turkey chicken).


Pahlawan dan tokoh muslim Turki pun tidak luput dari penghinaan. Salah satunya adalah Barbarossa si Janggut Merah. Di dalam cerita Asterik, tokoh Barbarosssa muncul sebagai bajak laut yang bodoh. Padahal beliau adalah pahlawan Islam di masanya dan pelaut kafir Eropa sangat takut dengan angkatan perangnya.


B. Sebab Internal


Penjajahan barat terhadap Turki semakin menusuk tatkala mereka berhasil meraih generasi muda Turki dengan pendidikan ala barat. Tentu saja semua itu untuk mendapatkan satu tujuan, yaitu sekulerisasi selapis generasi. Maka lahirlah kemudian generasi baru yang anti Islam, Islamo-phobia, sekuler, liberal dan berotak barat.


Mereka inilah yang kemudian didukung oleh Eropa untuk menumbangkan lembaga khilafah Islamiyah. Tercatat tokohnya adalah Mustafa Kemal Ataturk yang terlaknat. Mamat ini telah berhasil menumbangkan khilafah pada tahun 1924 lewat gerakan Turki Muda.


Sayangnya, hujaman belati mematikan ini justeru masuk ke dalam pelajaran sejarah di negeri kita sebagai kebangkitan, bukan sebagai kejahatan. Rupanya, jaring-jaring kerja bangsa-bangsa kafir itu sedemikian luas, sehingga si jahanam Kemal Ataturk yang zhalim itu, justru muncul dalam buku sejarah kita sebagai pahlawan.


Padahal Kemal telah melakukan dosa yang bahkan Iblis pun tidak pernah melakukannya. Yaitu menumbangkan satu rangkaian khilafah Islamiyah yang terakhir. Padahal belum pernah sebelumnya umat Islam di dunia hidup tanpa naungan khilafah.


Sebab khilafah sudah ada sejak zaman Rasululullah SAW hidup, yakni sejak 15 abad yang lalu. Selama itu, umat Islam belum pernah hidup tanpa ada khilafah. Iblis dan para jin tidak pernah mampu menumbangkannya. Tiba-tiba seorang sekuleris yang nota bene agamanya masih Islam, malah menumbangkannya. Walhasil, sejak jatuhnya khilafah Turki, umat Islam masuk dalam bid’ah kubro. Sebuah bid’ah teramat besar yang melebihi semua jenis bid’ah yang pernah ada. Dan tentunya sangat dibenci dan dimurkai. Sebuah bid’ah berupa umat Islam hidup tanpa naungan khilafah.


Urutan Khilafah Sepanjang Sejarah Islam


Dengan wafatnya Rasulullah SAW pada tahun 623 M, umat Islam segera membai’at Abu Bakar ra sebagai pengganti beliau. Istilah pengganti ini dalam bahasa Arab adalah khalifah. Lengkapnya, khalifatu rasulillah atau pengganti Rasulullah. Maksudnya bukan menggantikan posisi kenabian Muhammad SAW, melainkan posisi beliau SAW sebagai pemimpin tertinggi umat Islam. Sebab nabi kita itu selain sebagi nabi, juga berperanan sebagai pemimpin tertinggi umat Islam.


Selain itu, ada juga sebutan lain buat posisi tertinggi umat Islam sedunia, yaitu istilah Amirul Mukminin. Ertinya adalah pemimpin umat Islam.


1. Khilafah Rasyidah


Khilafah Rasidah berdiri tepat di hari wafatnya Rasululllah SAW. Terdiri dari 4 orang atau 5 orang shahabat nabi yang menjadi khalifah secara bergantian. Mereka adalah:

Abu Bakar ash-Shiddiq ra (tahun 11-13 H/632-634 M)

Umar bin Khaththab ra (tahun 13-23 H/634-644 M)

‘Utsman bin ‘Affan ra (tahun 23-35 H/644-656 M)

Ali bin Abi Thalib ra (tahun 35-40 H/656-661 M) dan

Al-Hasan bin ‘Ali ra (tahun 40 H/661 M)

Masa berlakunya selama kurang lebih 30 tahun. Disebut juga sebagai khilafah rasyidah karena posisi mereka sebagai shahabat nabi yang mendapat petunjuk. Dan memang ada pesan dari nabi untuk mentaati para khalifah rasyidah ini.


2. Khilafah Bani Umayyah


Khilafah ini berpusat di Syiria, tepatnya di kota Damaskus. Berdiri untuk masa waktu sekitar 90 tahun atau tepatnya 89 tahun, setelah era khulafa ar-rasyidin selesai. Khalifah pertama adalah Mu’awiyyah. Sedangkan khalifah terakhir adalah Marwan bin Muhammad bin Marwan bin Hakam. Adapun masa kekuasaan mereka sebagai berikut:


Mu’awiyyah bin Abi Sufyan (tahun 40-64 H/661-680 M)

Yazid bin Mu’awiyah (tahun 61-64 H/680-683 M)

Mu’awiyah bin Yazid (tahun 64-65 H/683-684 M)

Marwan bin Hakam (tahun 65-66 H/684-685 M)

Abdul Malik bin Marwan (tahun 66-86 H/685-705 M)

Walid bin ‘Abdul Malik (tahun 86-97 H/705-715 M)

Sulaiman bin ‘Abdul Malik (tahun 97-99 H/715-717 M)

Umar bin ‘Abdul ‘Aziz (tahun 99-102 H/717-720 M)

Yazid bin ‘Abdul Malik (tahun 102-106 H/720-724M)

Hisyam bin Abdul Malik (tahun 106-126 H/724-743 M)

Walid bin Yazid (tahun 126 H/744 M)

Yazid bin Walid (tahun 127 H/744 M)

Ibrahim bin Walid (tahun 127 H/744 M)

Marwan bin Muhammad (tahun 127-133 H/744-750 M)


Sebenarnya khilafah Bani Ummayah ini mempunyai silsilah yang panjang, sebab satu dari keturunan mereka ada yang menyeberang ke semenanjung Iberia dan masuk ke Sepanyol. Di Sepanyol mereka kemudian mendirikan khilafah tersendiri yang terlepas dari khilafah besar Bani Abbasiyah.


3. Khilfah Bani Abbasiyah


Kemudian kekhilafahan beralih ke tangan Bani ‘Abasiyah yang berpusat di Baghdad. Total masa berlaku khilafah ini sekitar 446 tahun. Khalifah pertama adalah Abu al-’Abbas al-Safaah. Sedangkan khalifah terakhirnya Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah.


Secara rinci masa kekuasaan mereka sebagai berikut:


Abul ‘Abbas al-Safaah (tahun 133-137 H/750-754 M)

Abu Ja’far al-Manshur (tahun 137-159 H/754-775 M)

Al-Mahdi (tahun 159-169 H/775-785 M)

Al-Hadi (tahun 169-170 H/785-786 M)

Harun al-Rasyid (tahun 170-194 H/786- 9 M)

Al-Amiin (tahun 194-198 H/809-813 M)

Al-Ma’mun (tahun 198-217 H/813-833 M)

Al-Mu’tashim Billah (tahun 618-228 H/833-842M)

Al-Watsiq Billah (tahun 228-232 H/842-847 M)

Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah (tahun 232-247 H/847-861 M)

Al-Muntashir Billah (tahun 247-248 H/861-862 M)

Al-Musta’in Billah (tahun 248-252 H/862-866 M)

Al-Mu’taz Billah (tahun 252-256 H/866-869 M)

Al-Muhtadi Billah (tahun 256-257 H/869-870 M)

Al-Mu’tamad ‘Ala al-Allah (tahun 257-279 H/870-892 M)

Al-Mu’tadla Billah (tahun 279-290 H/892-902 M)

Al-Muktafi Billah (tahun 290-296 H/902-908 M)

Al-Muqtadir Billah (tahun 296-320 H/908-932 M)

Al-Qahir Billah (tahun 320-323 H/932-934 M)

Al-Radli Billah (tahun 323-329 H/934-940 M)

Al-Muttaqi Lillah (tahun 329-333 H/940-944 M)

Al-Musaktafi al-Allah (tahun 333-335 H/944-946 M)

Al-Muthi’ Lillah (tahun 335-364 H/946-974 M)

Al-Tha`i’ Lillah (tahun 364-381 H/974-991 M)

Al-Qadir Billah (tahun 381-423 H/991-1031 M)

Al-Qa`im Bi Amrillah (tahun 423-468 H/1031-1075 M)

Al-Mu’tadi Bi Amrillah (tahun 468-487 H/1075-1094 M)

Al-Mustadhhir Billah (tahun 487-512 H/1094-1118 M)

Al-Mustarsyid Billah (tahun 512-530 H/1118-1135 M)

Al-Rasyid Billah (tahun 530-531 H/1135-1136 M)

Al-Muqtafi Liamrillah (tahun 531-555 H/1136-1160 M)

Al-Mustanjid Billah (tahun 555-566 H/1160-1170 M)

Al-Mustadli`u Biamrillah (tahun 566-576 H/1170-1180 M)

Al-Naashir Lidinillah (tahun 576-622 H/1180-1225 M)

Al-Dhahir Biamrillah (tahun 622-623 H/1225-1226 M)

Al-Mustanshir Billah (tahun 623-640 H/1226-1242 M)

Al-Musta’shim Billah (tahun 640-656 H/1242-1258 M)

Al-Mustanshir Billah II (tahun 660-661 H/1261-1262 M)

Al-Haakim Biamrillah I (tahun 661-701 H/1262-1302 M)

Al-Mustakfi Billah I (tahun 701-732 H/1302-1334 M)

Al-Watsiq Billah I (tahun 732-742 H/1334-1343 M)

Al-Haakim Biamrillah II (tahun 742-753 H/1343-1354 M)

Al-Mu’tadlid Billah I (753-763 H/1354-1364 M)

Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah I (th. 763-785 H/1364-1386 M)

Al-Watsir Billah II (tahun 785-788 H/1386-1389 M)

Al-Musta’shim (tahun 788-791 H/1389-1392 M)

Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah II (th. 791- 8 H/1392-1409 M)

Al-Musta’in Billah (tahun 8-815 H/1409-1416 M)

Al-Mu’tadlid Billah II (tahun 815-845 H/1416- 1446 M)

Al-Mustakfi Billah II (tahun 845-854 H/1446-1455 M)

Al-Qa`im Biamrillah (tahun 754-859 H/1455-1460 M)

Al-Mustanjid Billah (tahun 859-884 H/1460-1485 M)

Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah III (th 884-893 H/1485-1494 M)

Al-Mutamasik Billah (tahun 893-914 H/1494-1515 M)

Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah IV (th 914-918 H/1515-1517 M)


Khilafah Bani Abbasiyah dihancurkan oleh pasukan Tartar (Mongol), sehingga umat Islam sempat hidup selama 3,5 tahun tanpa adanya khalifah. Namun kurun waktunya hanya terpaut 3 tahun setengah saja dan segera berdiri khilafah Utsmaniyah.


4. Khilafah Bani Utsmaniyyah


Khilafah Bani Utsmaniyyah tercatat memiliki 30 orang khalifah, yang berlangsung mulai dari abad 10 Hijriyah atau abad ke enam belas Masehi. Nama-nama mereka sebagai berikut:


Salim I (tahun 918-926 H/1517-1520 M)

Sulaiman al-Qanuni (tahun 926-974 H/1520-1566 M)

Salim II (tahun 974-982 H/1566-1574 M)

Murad III (tahun 982-1003 H/1574-1595 M)

Muhammad III (tahun 1003-1012 H/1595-1603 M)

Ahmad I (tahun 1012-1026 H/1603-1617 M)

Mushthafa I (tahun 1026-1027 H/1617-1618 M)

‘Utsman II (tahun 1027-1031 H/1618-1622 M)

Mushthafa I (tahun 1031-1032 H/1622-1623 M)

Murad IV (tahun 1032-1049 H/1623-1640 M)

Ibrahim I (tahun 1049-1058 H/1640-1648 M)

Muhammad IV (tahun 1058-1099 H/1648-1687 M)

Sulaiman II (tahun 1099-1102 H/1687-1691 M)

Ahmad II (tahun 1102-1106 H/1691-1695 M)

Mushthafa II (tahun 1106-1115 H/1695-1703 M)

Ahmad III (tahun 1115-1143 H/1703-1730 M)

Mahmud I (tahun 1143-1168 H/1730-1754 M)

Utsman III (tahun 1168-1171 H/1754-1757 M)

Musthafa III (tahun 1171-1187 H/1757-1774 M)

Abdul Hamid I (tahun 1187-1203 H/1774-1789 M)

Salim III (tahun 1203-1222 H/1789-1807 M)

Musthafa IV (tahun 1222-1223 H/1807-1808 M)

Mahmud II (tahun 1223-1255 H/1808-1839 M)

Abdul Majid I (tahun 1255 H-1277 H/1839-1861 M)

‘Abdul ‘Aziz I (tahun 1277-1293 H/1861-1876 M)

Murad V (tahun 1293-1293 H/1876-1876 M)

‘Abdul Hamid II (tahun 1293-1328 H/1876-1909 M)

Muhammad Risyad V (tahun 1328-1338 H/1909-1918 M)

Muhammad Wahiddin (II) (th. 1338-1340 H/1918-1922 M)

‘Abdul Majid II (tahun 1340-1342 H/1922-1924 M).


Khalifah terakhir umat Islam sedunia adalah ‘Abdul Majid II. Semenjak tumbangnya khilafah terakhir ini, berarti umat Islam telah hidup lebih dari selama (2006-1924= 82 tahun) tanpa keberadaan lembaga yang menyatukan.


Kepastian Kembalinya Khilafah


Lepas dari realiti di lapangan yang kurang menggembirakan, di mana umat Islam saat ini menjadi budak barat, kekayaan alam mereka dijajah, ekonomi mereka di sembunyikan, nilai mata wang mereka sangat rendah, hutang luar negeri mereka bertumpuk tak terbayar, pemuda mereka di rosak, wanita mereka menjadi hamba syahwat, bahkan masih ditambah lagi dengan rombongan Islam liberal dan sebagainya, namun masih ada harapan.


Kita masih menemukan satu hadits dari Rasulullah SAW yang cukup melegakan, yaitu kabar gembira dari beliau bahwa suatu saat, khilafah ini akan kembali terbentuk, bahkan dengan kualitinya sama dengan khalifah rasyidah itu.


Sabda Rasulullah saw, “Kemudian akan tegak Khilafah Rasyidah yang sesuai dengan manhaj Nabi”.


Namun tentunya khilafah ini tidak akan terbentuk begitu saja, bila hanya dengan doa dan diam saja. Atau hanya dengan bicara dan demonstrasi saja. Setiap umat Islam meski bersatu padu untuk saling menguatkan dan saling menyokong semua upaya untuk kembali kepada khilafah Islamiyah.


Sebab setiap elemen umat punya potensi yang mungkin tidak dimiliki oleh saudaranya. Maka seruan untuk kembali kepada khilafah seharusnya bukan sekedar lips service, namun harus diiringi dengan kerja nyata, pembinaan dan rangka 1.5 juta umat, pendirian lembaga pendidikan dan sekian banyak pos-pos penting umat. Lantas diiringi juga dengan kebesaran hati, keterbukaan sikap serta jiwa kepemimpinan dunia Islam yang di kumpulkan.


Semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita untuk dapat menyaksikan beridirnya khilafah Islamiyah semasa kita hidup. Sungguh sebuah kepuasan yang di impikan oleh dunia Islam selama ini. Amien.


Wallahu a’lam bishshawab wassalamu ‘alaikum warahmatullahi warabaraktuh.


Sumber: Eramuslim


*Selamat Hari Raya Aidil-Adha 1431 H* Barakallahu fikum :)

Sunday, August 22, 2010

13 Ramadhan 1430 H

13 Ramadhan 1430 H, my biggest history in my life begins. Thursday, 3 September,after performed the 'asr prayer, the cloud raining heavily, which I felt something was wrong on that day, and that time my late ummi had passed away. Now we all siblings continue our life without the present of her,and the present of her do'a. Sincerely, I love her very so much. Very love her so much....my beloved ummi.

Blessed is your face,
Blessed is your name,
My beloved

Blessed is your smile,
Which makes my soul want to fly,
My beloved

All the nights and
All the times that
You cared for me

But I never realised it
And now it's too late
Forgive me

Now I'm alone filled with so much shame
For all the years I caused you pain
if only I could sleep in your arms again
Mother, I'm lost without you

You were the sun that brightened my day
Now who's going to wipe my tears away
If only I knew what I know today
Mother I'm lost without you

Ummi,fil Qalbi..you are always with me


P/s: Memang dugaan itu pahit,semoga ianya manis di akhirat kelak. Allahummaghfirli zunubi waliwalidayya warhamhuma kamaarabbayaani soghiyra. Ameen.

Not too late to wish you all Salam Ramadhan Al-Mubaraak. Keep your 'ibadah up. Never lost your way. Insha-Allah.



Sunday, July 25, 2010

Inception 2010




Sudah lama diri ini tidak meng-update-kan blog ini. Macam-macam kemalasan dan ketandusan idea untuk meneruskan 'the mankind zone' ini. Kali ini, apabila masuk 10 Julai 2010,bermulalah perjalananku sebagai musafir at-talib. Sungguhpun kini bergelar mahasiswa tahun kedua,ini bermakna tinggal setahun lagi untuk menghabiskan kesemua 6 semester di bumi Sabah ini yang bagiku sangat terasing.

My first inception when I was called by HEP who told me about the winner for Majlis Penyampaian Hadiah Sayembara Penulisan Puisi (SAJAK) 2010 on 22 July 2010. Alhamdulillah, I got 4th place or sagu hati. Based on criteria, all the poems are competeng obviously when I read them. Panjang dan berikatkan maksud yang tersirat. When I'm compared with mine, ouh! They are the senior,but my poem also not much bad :P (hehe). Seriously, this was my first debut winning inception in my life. Thanx Allah for Your Bestowed.

Another inception when you first touch on campus life, you will get some thorny journey. Yes I do. I tell you something normally,but you couldn't see or terlepas pandang lah kan, kita lihat pada rakan-rakan kita saja. Ada yang kaya,miskin,pandai,berbakat dan berjiwa besar dan sebagainya. Kadang-kadang dalam kehidupan, banyak positif dan negatifnya. I meant that positive energy and negative energy. In positive energy, the input and output must be in good conditions to pursue their target. In negative energy, input and output contain a lot of virus which makes somebody to do anything improperly.

Friends, we know that our body consist only one qalb or hati, which meant that when the most important element that can make up positive or negative energy. Sincerely, when you use it to do a good deeds (as input), surely you will get the good result (output). Otherwise, it become irreversibility.

And then your mind. Please free your mind from negative source and energy. Your mind need a good input especially for your soul. Your soul and mind cant be separated, which they need among each other.

Praise as your back up inception. Hehehe. I mean that praise is for encouragement to your friends. Maybe you have a friend, who need some 'praise' and encouragement as a catalyst to do their work. Stress can be throw away from your body by relaxing also. Don't push your work too hard, but simply make some planner for your easier.

Okay friends, I don't want to talk too much about yours and mine inception. I just want to share what the first and later inception when you are blurred to do something. Hopefully you all get the better performance after this. Just beware your beloved time, it will kill you when you are indifferent. So, beware!

Saturday, May 22, 2010

An A Grade Final Exam? | Muhammad Alshareef

An A Grade Final Exam? | Muhammad Alshareef

1. In school, you can often redo your exam if you fail. In the hereafter, if one fails there is no going back.

2. In school, you often do not know what questions will be asked. In the hereafter, there are only 3 questions: Who is your Lord? What is your Deen? And who is this man who was sent to you? But the answers are answers you live by.

3. In school, we stay up at night to prepare for the exam the next day. So too in Allah's exam, we should be staying up in night prayers.

4. In school, we pray and hope and work for an outstanding mark. So too should be our attitude towards Allah's exam.

5. In school, when we get a great mark, we erupt with happiness. So too will the believers erupt in happiness when they get their books in their right hands. Work for it.

6. In school, when we get a bad mark, sadness can be seen on our faces, and we dislike to face others. So too in the hereafter. Protect yourself from that.

7. During a school exam, you cannot ask anyone for help. In the hereafter, you can prepare from now to get assistance from Allah's Messenger, the Quran, and other ways of intercession.

8. In school, when exam time draws near, we banish distractions to focus on what is really important. In Allah's exam, isn't death within 1 heart beat? Banish distractions and focus.

9. In school, until exam results come out, we worry about the result. In Allah's exam, we don't know what our result will be, so we spend our days in hope and worry until the results come out.

(taken out from kalamullah.com)

Note: I've been waiting so long time to update this blog. Hopefully I can continue to write something on this page.

Tuesday, April 13, 2010

The Journey to the Final Exam

Week 1, week starting 19/04/2010

Day Time / Event Details

Isnin 19/04/2010 9:00-12:00

: SG10603 (MINERALOGI DAN PETROGRAFI)

: DKP 5

: SHARIFF A.KADIR S.OMANG

Isnin 19/04/2010 14:00-16:30

: SG20303 (GEOLOGI STRUKTUR)

: DKP 2

: FELIX TONGKUL

Selasa 20/04/2010 14:00-17:00

: ST00602 (FIZIK ASAS)

: DKP A1

: RUBENA YUSUF

Rabu 21/04/2010 9:00-12:00

: SG10403 (GEOLOGI SEJARAH DAN STRATIGRAFI)

: DKP 9

: BABA MUSTA

Ahad 25/04/2010 9:00-11:00

: EJ10201 (UMS SEJATI II)

: DEWAN CANSELOR

: ALIAS BIN BUJANG; AZAM SHAH APEARAL; JAINAL @ ZAINAL MADASIN; MANGSOR
IBRAHIM; MASRIN HUSSIN

Week 2, week starting 26/04/2010

Day Time / Event Details

Rabu 28/04/2010 14:00-15:15

: UW00102 (HUBUNGAN ETNIK)

: DKP 2; DKP 3; DKP A1; DKP A2; DKP B1; DKP B2

: BUDI ANTO MOHD. TAMRING; DAYU SANSALU; MOHD SOHAIMI ESA

Khamis 29/04/2010 9:00-11:00

: UC00302 (KEMAHIRAN BERUNDING)

: DEWAN CANSELOR

: ANDREAS TOTU

Week 3, week starting 03/05/2010

Day Time / Event Details

Khamis 06/05/2010 9:00-11:30

: SG10203 (GEOLOGI ASAS II)

: DKP 6

: SANUDIN HJ TAHIR


Note: Hope that I'll do my best in this exam. Insya-Allah.

Saturday, March 27, 2010

Puisi: Semporna

Semporna

Detik berputar sambil kepenatan
Menunggu sehingga sampai ke pelabuhan
Sendi-sendi kaki tegak berjalan
Demi melihat kuasa Tuhan

Bayu bertiup di Pulau Sipadan
Ikan-ikan bermain keseronokan
Barisan terumbu karang gagah bersandarkan
Pada syurga lautan yang terbentang kecantikan

Rumpai laut menjadi idaman
Ombak-ombak berhempas-hempas bersendirian
Sang mentari menyengat agar menghindarkan
Segala terobosan pendatang yang tak di izinkan

Endapan Pulau Mabul amat mengasyikkan
Segala khazanah bumi di setiap kepingan
Yang menjanjikan kepuasan
Kerana kraftangan Semporna itulah Mabul dan Sipadan.

Muhammad Nu’aim Md Isa
Geologi,UMS,Sabah.

Wednesday, March 10, 2010

A conversation between a student and an Atheist Professor

An atheist professor of philosophy speaks to his class on the problem science has with God, The Almighty. He asks one of his new students to stand and.....


Prof: So you believe in God?

Student: Absolutely, sir.


Prof : Is God good?

Student: Sure.


Prof: Is God all-powerful?

Student : Yes.


Prof: My brother died of cancer even though he prayed to God to heal him. Most of us would attempt to help others who are ill. But God didn't. How is this God good then? Hmm?

(Student is silent.)


Prof: You can't answer, can you? Let's start again, young fella. Is God good?

Student: Yes.


Prof: Is Satan good?

Student : No.


Prof: Where does Satan come from?

Student: From...God.. .


Prof: That's right. Tell me son, is there evil in this world?

Student: Yes.


Prof: Evil is everywhere, isn't it? And God did make everything. Correct?

Student: Yes.


Prof: So who created evil?

(Student does not answer.)


Prof: Is there sickness? Immorality? Hatred? Ugliness? All these terrible things exist in the world, don't they?

Student: Yes, sir.


Prof: So, who created them?

(Student has no answer.)


Prof: Science says you have 5 senses you use to identify and observe the world around you. Tell me, son...Have you ever seen God?

Student: No, sir.


Prof: Tell us if you have ever heard your God?

Student: No, sir.


Prof: Have you ever felt your God, tasted your God, smelt your God? Have you ever had any sensory perception of God for that matter?

Student: No, sir. I'm afraid I haven't.


Prof: Yet you still believe in Him?

Student: Yes.


Prof: According to empirical, testable, demonstrable protocol, science says your GOD doesn't exist. What do you say to that, son?

Student: Nothing. I only have my faith.

Prof: Yes. Faith. And that is the problem science has.


Student: Professor, is there such a thing as heat?

Prof: Yes.


Student: And is there such a thing as cold?

Prof: Yes.


Student: No sir. There isn't. (The lecture theatre becomes very quiet with this turn of events.)


Student : Sir, you can have lots of heat, even more heat, superheat, mega heat, white heat, a little heat or no heat. But we don't have anything called cold. We can hit 458 degrees below zero which is no heat, but we can't go any further after that. There is no such thing as cold. Cold is only a word we use to describe the absence of heat. We cannot measure cold. Heat is energy. Cold is not the opposite of heat, sir, just the absence of it .
(There is pin-drop silence in the lecture theatre.)


Student: What about darkness, Professor? Is there such a thing as darkness?

Prof: Yes. What is night if there isn't darkness?


Student : You're wrong again, sir. Darkness is the absence of something. You can have low light, normal light, bright light, flashing light.... But if you have no light constantly, you have nothing and it's called darkness, isn't it? In reality, darkness isn't. If it were you would be able to make darkness darker, wouldn't you?


Prof: So what is the point you are making, young man?

Student: Sir, my point is your philosophical premise is flawed.


Prof: Flawed? Can you explain how?

Student: Sir, you are working on the premise of duality. You argue there is life and then there is death, a good God and a bad God. You are viewing the concept of God as something finite, something we can measure. Sir, science can't even explain a thought. It uses electricity and magnetism, but has never seen, much less fully understood either one.To view death as the opposite of life is to be ignorant of the fact that death cannot exist as a substantive thing. Death is not the opposite of life: just the absence of it. Now tell me, Professor.Do you teach your students that they evolved from a monkey?


Prof: If you are referring to the natural evolutionary process, yes, of course, I do.

Student: Have you ever observed evolution with your own eyes, sir?
(The Professor shakes his head with a smile, beginning to realize where the argument is going.)


Student: Since no one has ever observed the process of evolution at work and cannot even prove that this process is an on-going endeavor, are you not teaching your opinion, sir? Are you not a scientist but a preacher? (The class is in uproar.)


Student: Is there anyone in the class who has ever seen the Professor's brain?
(The class breaks out into laughter.)

Student : Is there anyone here who has ever heard the Professor's brain, felt it, touched or smelt it? No one appears to have done so. So, according to the established rules of empirical, stable, demonstrable protocol, science says that you have no brain,sir. With all due respect, sir, how do we then trust your lectures, sir?
(The room is silent. The professor stares at the student, his face unfathomable. )

Prof: I guess you'll have to take them on faith, son

Saturday, February 27, 2010

Puisi: Getaran Ilmu Tonggak UMS

Getaran Ilmu Tonggak UMS

Denyutan nafas melaju

Terpacak sang pejuang menusuk kalbu

Kerana zarah-zarah ilmu di padu

Sebagai tonggak UMS akan maju




Ombak berhempas-hempas bersendirian

Tatkala sang pejuang memburu kejayaan

Di alam universiti terasa kejayaan

Pada setiap zarah ilmu di getarkan

Bergema ilmu menewaskan kekar kejahilan




Jiwa hanyut arus dunia semasa

Barangkali impian tersingkap erat di dada

Mengubah kegelapan kepada bercahaya

Mengubah kesesatan kepada kebenaran

Pabila getaran ilmu menjadi tonggak utama!



Di sebalik tabir:

Saya mempertaruhkan satu sajak sahaja daripada 3 sajak yang di beri peluang oleh hakim-hakim. Justeru, saya hanya inginkan kepuasan dari setiap pembaca yang membaca dan mentafsir sajak saya. Insya-Allah jika ada rezeki, saya akan buat lagi sajak yang lain pada masa akan datang.

Wednesday, January 20, 2010

Persembahan Sajak

Tanggal 17 Januari 2010 dalam jam 10.09 pagi, saya terkejut bagaikan sang mentari tak memancarkan sinarannya di bumi kerana deringan panggilan telefon dari seorang sahabat bernama Shafiq Zulakifli. Beliau memaklumkan bahawa sajak saya terpampang di dalam Berita Minggu.


Alhamdulillah syukur pada Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,dengan izin-Nya hasil karya saya yang kedua telah di siarkan di dalam surat khabar.
Pagi tersebut saya masih tidur lagi . Apakan tidak,pada malam tersebut saya bermain permainan PES 2010 dalam laptop sampai pukul 3 pagi. Lepas itu baru tidur,dan kemudian bangun solat dan kemudian tidur balik. Hehehe

Selepas mengetahui perkara tersebut,saya bergegas bersiap-siapkan diri untuk pergi ke Centre Point di bandar Kota Kinabalu untuk membeli Berita Minggu.
Dan ternyata bukti memang sah bahawa karya pertama saya berjaya di siarkan. Alhamdulillah.

Paradoks:
Sebenarnya sajak Kembali ini saya buat sempena konflik besar yang berlaku ke atas diri saya. Kerana saya mahu kembali kea rah yang benar,saya nukilkan sajak ini demi kekuatan saya menghadapi segala onak cabaran yang kian bergelora pada masa kini. Semoga saya berjaya menghadapi semua ini walaupun nampak macam susah!

Sunday, January 10, 2010

Puisi:Kembali

Kembali

Air mata jatuh bagaikan gerimis

Ombak-ombak kehidupan kini bergelora

Kekar-kekar khilaf tidak kelihatan

Pabila kata-kata insaf di ungkapkan.


Ribut dan angin datang merosakkan

Di Setiap penjuru menghadirkan

Lewat masa yang menentukan

Di mana kesalahan dan kesilapan

Yang sebenarnya di tutupkan


Zarah-zarah ilmu jadi ikutan

Tewasnya Syaitan-syaitan kemarahan kerana di padamkan

Barangkali kekuatan manhaj jadi panduan

Di setiap haruman yang berbuah-buah mewangikan

Dan kembalilah kepada manhaj Tuhan!


Muhammad Nu’aim Bin Md Isa

31/12/2009;12.31 pm

Universiti Malaysia Sabah,Kota Kinabalu,Sabah.